Mengapa layak dikunjungi
Melaka adalah salah satu pelabuhan dagang terpenting di Asia Tenggara selama berabad-abad, dan hasil berlapis-lapisnya — reruntuhan Portugis, bangunan kolonial Belanda, arsitektur era Inggris, dan komunitas Peranakan (Baba-Nyonya) yang mengakar dalam — membuat pusat sejarahnya mendapat status Situs Warisan Dunia UNESCO pada 2008.
Yang harus dilihat
- Jonker Street — jantung kota tua, terutama ramai sebagai pasar malam di akhir pekan
- A Famosa dan reruntuhan Gereja St Paul, peninggalan era kolonial Portugis dan kemudian Belanda/Inggris di Bukit St Paul
- Christ Church dan Stadthuys, bangunan kolonial Belanda berwarna merah khas di pusat sejarah
- Sungai Melaka, dengan jalur tepi sungai yang menyenangkan dan wisata perahu
- Skena kuliner yang benar-benar kuat — masakan Peranakan (Nyonya) khususnya jadi sorotan
Berangkat dan pulang
Bus langsung berjalan rutin dari TBS (Terminal Bersepadu Selatan) di KL ke Melaka Sentral, memakan waktu sekitar dua jam setiap arah. Grab atau mobil sewaan menempuh jarak yang sama sedikit lebih cepat dan fleksibel, dengan biaya lebih tinggi.
Pasar malam Jonker Street hanya buka malam Jumat sampai Minggu — jika suasana pasar yang ramai penting untuk perjalananmu, rencanakan wisata sehari (atau menginap) di sekitar salah satu malam tersebut.
Apakah wisata sehari cukup?
Ketat tapi bisa dilakukan jika fokus pada pusat sejarah dibanding mencoba melihat semuanya. Jika bisa menginap semalam, suasana sore Melaka layak untuk waktu tambahan itu.